Selasa, 12 November 2019

MEMBUAT KEBUN HIDROPONIK DI RUMAH




      Hidroponik  adalah  budidaya menanam dengan memanfaatkan  air  tanpa menggunakan tanah  dengan  menekankan  pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.
Sistem hidroponik bisa digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan lahan yang semakin tahun semakin sempit. Diharapkan hidroponik mampu menjadi manfaat untuk masa depan karena mampu diberdayakan dalam kondisi lahan sempit.
Keuntungan teknik hidroponik
  1. Tidak membutuhkan tanah
  2. Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya dijadikan akuarium
  3. Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien
  4. Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
  5. Memberikan hasil yang lebih banyak
  6. Mudah dalam memanen hasil
  7. Steril dan bersih
  8. Media tanam dapat digunakan berulang kali
  9. Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
  10. Tanaman tumbuh lebih cepat

Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk merancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.

Cara membuat Hidroponik di Rumah
Untuk membuat kebun hidroponik, alat dan bahan yang perlu disiapkan adalah:
  • Paralon dengan diameter 2,5 - 3 inch
  • Pipa penyambung dan penutup paralon
  • Gergaji
  • Gelas plastik (gunakan bekas kemasan air mineral) / net pot
  • Alat solder
  • Alat bor
  • Selang
  • Pompa akuarium
  • Spons
  • Bibit tanaman
  • Nutrisi AB Mix
Langkah-langkah pembuatan hidroponik

Pertama, potong paralon dengan lastic yang diinginkan. Sesuaikan dengan area pekarangan atau kebun yang ingin dibuat. Setelah dipotong-potong, lubangi permukaan paralon seukuran gelas lastic. Beri jarak 15-20 cm antar lubang agar tanaman nantinya tidak saling menghimpit. Lakukan proses pelubangan ini pada semua paralon yang sudah terpotong. Setelah dilubangi, pasang tutup paralon pada kedua ujung.



Kedua, memilih metode pengairan
Menanam secara hidroponik punya dua pilihan metode pengairan. Pertama adalah metode sumbu, bagian bawah gelas lastic diberi sumbu atau kain bekas dengan daya serap tinggi lalu dicelupkan ke air. Kedua, metode drip system yaitu dengan mengalirkan air baru secara berkala agar sirkulasi oksigen dan metabolisme dalam tanaman berjalan dengan baik.

Ketiga, memasang pompa air jika menggunakan drip system
Jika memilih metode drip system, perlu kita siapkan pompa akuarium dan ember penampung air. Lubangi salah satu penutup pada masing-masing paralon, lalu pasang selang menuju ke ember. Sementara itu, pompa akuarium dipasang di dalam ember untuk mengalirkan air ke tiap-tiap paralon menggunakan selang.
Keempat, menyusun gelas plastic yang sudah dilubangi atau netpot pada paralon yang telah dilubangi
Kelima, menyiapkan nutrisi hidroponik sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam
Keenam, memasukkan bibit yang sudah disiapkan pada gelas berlobang atau netpot. Benih tanaman disemai pada rockwoll dan bisa dipindah setelah berumur 7 hari setelah semai atau setelah berdaun 3-4 lembar.
Jenis tanaman yang bisa digunakan pada system hidroponik biasanya berupa sayuran daun seperti sawi-sawian, kangkung, cauliflower, brokoli, seledri, bayam dan sebagainya.

👍👍👍 Selamat mencoba!!! 👍👍👍